Iseng-iseng gue selalu berhadiah.
Iseng kuliah di Jogja, berhadiah perginya bokap.
Iseng ganti nomer handphone berhadiah perginya sahabat kecil gue, Fitrah.
Hari ini gue iseng banget.
Hadiahnya sangat fatal.
Melukai perasaan orang lain, atau bahkan bukan hanya perasaannya.
Dia orang yang belakangan ini jadi satu-satunya orang yang mau mendengarkan segala keluh kesah gue, setengah dari beban hidup gue.
Orang yang tanpa dia sadari membangkitkan sedikit aja motivasi hidup gue, karena udah bikin gue sadar bahwa masih ada yang peduli sama gue.
Kesalahan ini jadi terlihat begitu fatal justru karena gue tidak tau apa-apa. Seharusnya gue tau.
Untuk segala kesalahan yang gue perbuat, gue hanya bisa memohon maaf yang sedalam-dalamnya.
link > 
Page of Pentacles
Kartu yang kedua yang keluar hari ini. Melambangkan adanya sebuah harapan.
Rasanya masih sama, jatuh cinta. Kelihatannya masih sama, ada kamu disebelahku. Diam. Hati kita tidak bertautan. Aku hanya bersama ragamu. Tidak kaku. Tapi aku sendirian. Tidak. Ini bukan indah. Ini petaka. Petaka bagi hatiku yang kesepian.
link >Sederhana. Tapi bener-bener bisa jadi setan disaat ada tumpukan laporan harus dikerjakan disudut lain kamar.
(Source: Flickr / empty_cup, via thingssheloves)
Mengendurlah sudah detak di jantungku
Seribu tanya tak terjawab dimana kau berada
Meredup perlahan alunan nafasku
Selaksa mimpi pun memudar hilang bersamamu
Bagai biola tak berdawai
Sunyi hidup tanpamu
Bisu tak bernada kelu tak bersuara
Hampa hatiku tanpa cintamu
Mainkan dawai cintamu lagi
Hati merindu bernyanyi kembali
Bagai biola tak berdawai sunyi hidup tanpamu
Bisu tak bernada kelu tak bersuara
Hampa hatiku tanpa cintamu.
Untuk Ayah, dimanapun Ia berada. Semoga tuhan selalu menjaga :)
Wow! I miss you, guys! Thanks, Ken :)
Dedicated to Bu Aris Herliyana and The XII IS 2 Class Students
SHINE FOREVER!! March 22nd 2012
Mana yang lebih bisa bikin hidup kamu hancur: ketika orang yang kamu sayang tidak bisa membuatmu bahagia; atau sebaliknya, ketika kamu tidak mampu membahagiakan orang yang kamu sayang?
link >Saya pilih yang kedua.

Mawar putih.
Mimpi kecil Ibu ditengah kehausan romantisme dihidup kami.
Semoga selalu diberikan kekuatan dan ketulusan hati seputih mawar putih, Ibu :)
(Source: teenagersinwonderland, via worldofmandy)